Implementasi
Metode Fermentasi Ensiling Pindang sebagai Solusi Sehat Pengawetan Ikan di
Kampung Nelayan Puger Kabupaten Jember
Oleh : Tim PKMM 2012 Universitas Brawijaya Malang
Halimatus Sa’Diyah, Retno Gumilang, Famelian Regeista, Sri Wahyuni, dan Hoirun
Nisak
Dosen Pembimbing : Rini Yulianingsih, STP, MT
Potensi lestari
perikanan laut yang ada di pantai Puger diperkirakan sebesar 14.691,5 ton per
tahun. Produksi ikan sampai saat ini diperkirakan sebesar 5.936,4 ton per tahun
atau baru 14,8% dari potensi lestari. Akan tetapi, pengelolaan sumberdaya
perikanan pantai Puger masih sangat
minim (Jacobs, 1986). Potensi hasil ikan di pantai puger begitu besar, tentunya
para pengusaha ikan mempunyai banyak
metode agar ikan dapat tahan lama, diantaranya pengeringan,
pemindangan, pendinginan dan pengasapan. Sehingga masyarakat tidak resah dalam
hal pengawetan ikan. Pada kenyataannya, masyarakat terutama konsumen
mengeluhkan akan hasil cita rasa ikan yang telah diawetkan.
Gambar 1. Site Plan Kondisi Kampung Nelayan Puger
Penelusuran metode pengawetan ikan
satu persatu akan tampak sekali ketidakefektifan baik dalam segi pelaksanaanya
maupun hasil akhirnya. Beberapa diantaranya, Pengawetan ikan dengan cara
pemindangan pada intinya merupakan perebusan ikan dalam air garam.Tetapi dari
hasil pemindangan ikan akan mudah busuk karena kadar air yang tinggi. (Nuraini
,2008) Sedangkan Pengawetan ikan dengan pengasapan ini dapat terbentuk zat
karsinogenik. Di samping itu, pengawetan ikan dengan pengeringan
akan mengurangi nilai cita rasa dan kehigienisan karena paparan langsung oleh
udara luar.Masalah yang paling meresahkan masyarakat adalah penggunaan metode
pengawetan menggunakan bahan-bahan kimia yang cenderung berbahaya bagi
kesehatan konsumen. Salah satu bahan kimia yang biasa digunakan sebagai bahan
pengawet ikan yaitu formalin.
Proses pengawetan saat ini di kawasan
pantai puger belum adanya inovasi yang mudah dapat dilaksanakan oleh masyarakat
Puger secara mandiri. Oleh karena itu, kami ingin mengimplementasikan suatu metode sederhana,
ekonomis, sehat dan higienis dalam pengawetan ikan yaitu dengan menggunakan
metode fermentasi ensiling pindang. Metode tersebut, tentunya berbeda dengan fermentasi ensiling. Dilihat
dari segi keberasilannya, pada fermentasi ensiling
itu sendiri hasilnya tidak cukup tahan lama sedangakan fermentasi
ensiling pindang lebih tahan lama dan sehat yaitu, dapat menghasilkan senyawa
penghambat kolesterol dan kanker disamping menghasilkan vitamin B-12. Sehingga,
diharapkan dapat menjadi suatu inovasi yang efektif, sehat dan ekonomis dalam
hal pengawetan yang sehat pada ikan di Puger sehingga metode tersebut dapat dijangkau oleh semua kalangan
masyarakat kampung nelayan puger khususnya.
Metode
pengawetan ikan dengan Fermentasi merupakan salah satu metode yang dapat
menggantikan metode pengawetan yang menggunakan formalin. Fermentasi bukan
hanya berfungsi sebagai pengawet bahan makanan, tetapi juga berkhasiat bagi
kesehatan. Salah satunya fermentasi dengan menggunakan bakteri laktat pada
bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga dapat
menghambat pertumbuhan bakteri fekal yaitu sejenis bakteri yang jika dikonsumsi
akan menyebabkan muntah-muntah, diare, atau muntaber.
Metode-metode
fermentasi ensiling ini ada dua sistem yaitu Rydin (1973) yang menggunakan
starter asinan sawi (Brassica Chinnansis) dengan disimpan di dalam
tempat tertutup, metode yang lain yang menggunakan starter asinan sawi (Brassica
Chinnansis) yaitu sistem stanto (1974) yang disimpan juga pada tempat
tertutup selama 2 minggu. Akan tetapi, fermentasi dari metode tersebut masih
sangat minim masa simpanya, Hal tersebut dapat disebabkan oleh keadaan ikan
yang kurang steril. Pada tahun 2001 telah ditemukan suatu cara fermentasi ensiling
pindang yang sangat mempertimbangkan berbagai. Fermentasi ensiling pindang ini
merupakan metode yang melibatkan
inokulum. Berikut merupakan
diagram alir dari proses fermentasi ensiling tersebut dengan menggunakan
inokulum dan ikan yang dijadikan objek dipindang terlebih dahulu (Rahma
Nuraini, 2008).


Gambar
2. Cara Pengawetan Ikan dengan Metode Fermentasi
Metode fermentasi
ensiling pindang, semoga tidak hanya diaplikasikan pada masyarakat Puger, tapi
dapat diaplikasikan pada seluruh masyarakat pesisir umumnya di seluruh
nusantara. Sehingga, dapat menjadikan kemandirian dan proses pengawetan ikan
secara sehat.
